Jumat, 18 Maret 2011

Pesan untuk ku dan untuk mu.


  1. Ingatlah, Tuhan mu akan memberi ampun bagi orang yang memohon ampun, akan menerima tobat bagi orang yang bertobat, dan menerima orang yang kembali kejalan-Nya.
  2. Kasihanilah orang-orang yang lemah, niscaya kamu akan bahagia. Berilah orang-orang yang membutuhkan pertolongan, niscaya kamu akan merasa puas, redamlah emosi anda, niscaya anda akan selamat.
  3. Bersikaplah optimis, maka Allah akan bersama mu, para Malaikat akan memohonkan ampun buat mu, dan surga siap menanti kedatangan mu.
  4. Hapuslah air mata mu dengan sikap berbaik sangka kepada Allah, Tuhan mu. Usirlah semua kesusahan dan kesedihan mu dengan mengingat nikmat-nikmat Allah yang telah dilimpahkan Allah kepada mu.
  5. Jangan kamu mengira bahwa dunia diciptakan untuk melayani seseorang secara lengkap, karna pada hakikatnya tiada seorangpun di bumi ini yang akan mendapatkan semua yang di inginkannyadan terbebas dari segala macam kekeruhan.
  6. Jadilkanlah diri mu seperti pohon kurma yang menjulang tinggi dengan cita-citanya dan jauh dari gangguan yang membahayakan, jika kamu melemparinya dengan batu, ia akan membalasnya dengan buahnya yang masak.
  7. Pernahkah kamu mendengar bahwa kesedihan itu bisa mengembalikan apa yang sudah lewat dan kesusahan dapat memperbaiki kesalahan ? Kalau begitu, tidak ada gunanya kamu bersedih dan bersusah hati.
  8. Jangan kamu menunggu datangnya bencana dan fitnah, tetapi tunggulah datangnya keamanan, kedamaian dan kesehatan, Insya Allah.
  9. Padamkanlah api kedengkian yang membakar dada mu dengan memberikan pemaafan yang menyeluruh terhadap setiap orang yang pernah berbuat jahat terhadap dirimu.
  10. Mandi, wudhu, memakai wewangian, membersihkan gigi, dan merapikan diri, merupakan obat yang mujarab untuk menyembuhkan semua kekeruhan dan kesempitan.
  11. Jadilah kamu seperti lebah yang hinggap diatas bebungaan yang harum dan ranting-ranting yang segar.
  12. Jangan memberi kesempatan pada diri anda untuk menyelidiki kelemahan orang lain dan mencari-cari kesalahan mereka.
  13. Jika Allah selalu beserta mu, mengapa kamu merasa takut selain kepada-Nya ? apabila Allah menguji mu, siapa lagi yang dapat anda harapkan selain dari pertolongan-Nya ?
  14. Api kedengkian itu akan membakar tubuh pelakunya sendiri dan cemburu itu bagaikan api yang berkobar kemana-mana.
  15. Jika kamu tidak mempersiapkan diri sejak hari ini, maka esok hari bukan menjadi milik mu.
  16. Beranjaklah dengan damai dari tempat-tempat pertemuan dan perdebatan yang mengandung hal-hal yang tiada gunanya.
  17. Jadilah diri mu lebih cantik/tampan dan lebih indah dari pada kebun yang berbunga berkat akhlaq dan pekerti mu.
  18. Berikanlah kebajikan, niscaya anda akan menjadi manusia yang paling bahagia.
  19. Serahkanlah urusan makhluk kepada Khaliqnya, orang dengki kepada kematian, dan musuh kepada kelupaan.
  20. Nikmat yang diharamkan sesudahnya akan diiringi dengan penyesalan, kekecewaan dan siksaan.


sumber : buku " Jadilah wanita yang paling bahagia" dengan penambahan dan pengurangan seperlunya.... :D
raden said

Sabtu, 12 Maret 2011

Untukmu Hai Mukminah...

Selamat untuk anda, karena anda wanita yang sholat, puasa, taat, lagi patuh.
Selamat untuk anda, karena anda wanita yang berhijab, pemalu, anggun lagi berkepribadian kokoh.
Selamat untuk anda, karena anda wanita yang berpendidikan, gemar membaca, sadar, lagi mempunyai petunjuk yang benar.
Selamat untuk anda, karena anda seorang wanita yang setia, terpercaya, jujur, dan suka berberma.
Selamat untuk anda, karena anda wanita yang penyabar, selalu berharap akan pahala Allah, bertaubat, dam senantiasa kembali kejalan-Nya.
Selamat untuk anda, karena anda seorang wanita yang banyak berdzikir, bersyukur, berdoa, dan penuh kesadaran.
Selamat untuk anda, karena anda wanita yang mengikuti jejak Asiah, Maryam, dan Khadijah.
Selamat untuk anda, karena anda adalah wanita yang mendidik calon-calon pahlawan dan mencetak calon-calon tokoh yang terkemuka.
Selamat untuk anda, karena anda adalah wanita yang memelihara norma-norma etika lagi memelihara idealism yang tinggi.
Selamat untuk anda, karena anda adalah wanita yang membela hal-hal yang disucikan dan jauh dari hal-hal yang diharamkan.

Jumat, 11 Maret 2011

Keutamaan Menyan tuni anak Yatim


Segala puji bagi Alloh Ta’ala Yang Meng aruniakan rezeki tanpa batas, Yang Maha Pemurah lagi Maha Pem beri. Sholawat dan salam semoga dilim pahkan kepada Nabi Muham mad Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, kerabat, sahabat, dan pengikut nya yang setia hingga hari kiamat

Amma ba’du.
Saudaraku!
Siapakah yang meng inginkan per pisahan?, namun itulah kenyataan
Siapakah yang meng inginkan kematian?, tapi ia adalah kepastian
Siapakah yang meng inginkan belas kasihan? , itulah keniscayaan
Siapakah yang meng inkan pen deritaan? , namun demikianlah kehidupan
Aku ingin bahagia ?
Aku ingin masuk surga?
Aku men cinta dan dicinta
Jika demikian, inilah jawabannya

Sesung guh nya, anak yatim adalah manusia yang paling mem butuhkan per tolongan dan kasih sayang. Karena ia adalah anak yang kehilangan ayah nya pada saat ia sangat mem butuh kan nya. Ia mem­butuhkan per tolongan dan kasih sayang kita, karena ia tidak mung kin men dapatkan kasih sayang ayah nya yang telah tiada.
Jika anda melihat seseorang yang penyayang kepada anak-anak yatim dan menyan tuni mereka, maka ketahuilah bahwa ia adalah:

1. seorang yang ber budi dan ber akh lak mulia.
Suatu ketika Saib bin Abdulloh rodhiyallohu ‘anhu datang kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, maka Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam ber sabda kepadanya :
ياَ سَائِبُ انْظُرْ أَخْلاَقَكَ الَّتِيْ كُنْتَ تَصْنَعُهَا فِيْ الجْاَهِلِيَّةِ فَاجْعَلْهَا فِيْ اْلإِسْلاَمِ. أَقْرِ الضَّيْفَ و أَكْرِمِ الْيَتِيْمَ وَ أَحْسِنْ إِلَى جَارِكَ
“Wahai Saib, per hatikanlah akh lak yang biasa kamu lakukan ketika kamu masih dalam kejahiliyahan, lak­sanakan pula ia dalam masa keis laman. Jamulah tamu, muliakanlah anak yatim, dan ber buat baiklah kepada tetangga.” [HR.Ahmad dan Abu Dawud, Shohih Abu Dawud, Al-Albani : 4836]
Dalam sebuah atsar disebutkan riwayat dari Daud ‘alaihis salam, yang berkata :
كُنْ لِلْيََتِيْمِ كَاْلأَبِ الرَّحِيْمِ
“Ber sikaplah kepada anak yatim, seperti seorang bapak yang penyayang.” [HR. Bukhori]